PALU, Pemadaman listrik di Kota Palu yang sudah tak mengenal waktu, membuat banyak masyarakat Kota Palu mulai gerah. Tak pelak, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola juga ikut geram. Longki bahkan berjanji memberi waktu hingga tanggal 31 Januari 2015 kepada PLN.
“Jika hingga tanggal 31 Januari PLN masih belum beres (masih padam) maka saya akan pimpin masyarakat termasuk PNS untuk unjuk rasa di PLN,” kata Longki Djanggola dihadapan sejumlah
wartawan saat konferensi pers akhir tahun di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng Rabu (31/12/2014).
Kegeraman Gubernur Sulteng Longki Djanggola ini memuncak saat sedang memberikan penjelasan soal kinerja pemerintah Sulteng selama tahun 2014 dan tiba-tiba listrik langsung padam. Hal ini membuat ruangan Polibu Kantor Gubernur Sulteng menjadi gelap-gulita dan memaksa Longki Djanggola menjawab pertanyaan wartawan di tengah gelapnya ruangan.
Memang Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji akan menyelesaikan pembangunan jaringan listrik dari PLTA Sulewana Poso ke Palu pada awal 2015.
“Kemarin Komisi VII sudah rapat bersama Direksi PLN di Makassar. Permintaan kita, tahun 2015 jaringan Sulewana ke Palu sudah harus tembus. PLN sudah sanggupi itu,” kata anggota Komisi VII DPR RI Supratman Andi Agtas di Palu, belum lama ini seperti dikutip Antara.
Rencana PLN untuk merealisasikan jaringan listrik dari pembangkit Sulewana ke Palu sudah seringkali diberitakan namun hingga akhir 2014 belum juga terealisasi.
Karena itulah kata Supratman, selaku anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah yang duduk di Komisi VII membidangi energi dan sumber daya mineral, ingin agar PLN membuktikan janjinya.
PLTA Sulewana dibangun sejak Agustus 2004 oleh Poso Energy salah satu group perusahaan keluarga Kalla yang bergerak di bidang energi.
Pembangkit Sulewana sudah resmi beroperasi sejak 22 Desember 2012 dengan daya 3 x 65 megawatt namun belum bisa dinikmati masyarakat Kota Palu, Donggala dan Sigi karena pembangunan jaringan yang menjadi tanggungjawab PLN belum selesai.
(ksc)
sumber : kabarselebes.com